Pembelajaran Mandiri Pelaku di Desa pada Program Investment in Nutrition and Early Years (INEY) melalui e-HDW Learning Kalurahan Rejosari
Pendamping Lokal Desa (PLD) melaksanakan pendampingan pembelajaran mandiri bagi pelaku di desa dalam Program Investment in Nutrition and Early Years (INEY) melalui platform e-HDW Learning. Kegiatan bertempat di Kantor Kalurahan Rejosari dengan melibatkan peserta dari unsur Kader Pembangunan Manusia (KPM), Tim Pendamping Keluarga (TPK), Kader Posyandu, serta Admin Desa atau unsur perangkat kalurahan.
Pendampingan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia di tingkat kalurahan dalam mendukung pelaksanaan konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (P3S). Kegiatan diawali dengan pelaksanaan pretest untuk mengukur pemahaman awal peserta, kemudian dilanjutkan dengan pembelajaran mandiri melalui tujuh pokok bahasan, yaitu: (1) Permasalahan Stunting; (2) Kebijakan dan Mekanisme Pelaksanaan Konvergensi P3S; (3) Struktur Organisasi P3S di Desa; (4) Perubahan Iklim dan Ketahanan Pangan; (5) Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3); (6) Pendataan Stunting; serta (7) Pemanfaatan Data dan Rembuk Stunting.
Dalam kegiatan tersebut, PLD melakukan pendampingan untuk memastikan peserta dapat mengikuti tahapan pembelajaran melalui akun masing-masing, menyelesaikan seluruh materi, serta memenuhi persyaratan kelulusan pada platform e-HDW Learning.
*Hasil pendampingan menunjukkan bahwa seluruh peserta berhasil menyelesaikan tujuh pokok bahasan pembelajaran dan mengunduh sertifikat kelulusan melalui platform e-HDW Learning.* Capaian ini menunjukkan bahwa seluruh peserta telah memenuhi tahapan pembelajaran mandiri yang dipersyaratkan dalam peningkatan kapasitas pelaku konvergensi P3S.
Melalui kegiatan ini, diharapkan KPM, TPK, Kader Posyandu, dan Admin Desa semakin memahami tugas, fungsi, serta tanggung jawab masing-masing dalam pelaksanaan konvergensi P3S. Peningkatan kapasitas tersebut diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui penguatan kualitas pendataan sasaran, pemanfaatan data stunting, koordinasi lintas pelaku, serta penyelenggaraan rembuk stunting sebagai dasar perencanaan intervensi yang lebih tepat sasaran.
Pendampingan ini sekaligus menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Pendamping Lokal Desa dalam memfasilitasi peningkatan kapasitas masyarakat dan kelembagaan desa, serta mendorong penguatan tata kelola pembangunan desa yang partisipatif, terarah, dan berbasis data. Dengan demikian, hasil pembelajaran diharapkan dapat diterapkan secara nyata untuk mendukung upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting di Kalurahan Rejosari.


Komentar
Posting Komentar