Kamis, 25 Juni 2026

Monitoring kegiatan Padat Karya Tunai Desa Kalurahan Rejosari


Rejosari,  Jumat 26 Juni 2026 – Pemerintah Kalurahan Rejosari dengan TPK,TPP dan LPMK  melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Padat Karya Tunai Dana Desa (PKTD) Tahun Anggaran 2026 pada hari Jumat, 26 Juni 2026. Kegiatan dilaksanakan di lokasi pekerjaan pemeliharaan jalan desa yang berada di Padukuhan Ngadipiro Lor RT 003 RW 006.

Program Padat Karya Tunai Dana Desa pada lokasi tersebut memiliki alokasi anggaran sebesar Rp50.000.000,00 dengan output berupa pemeliharaan jalan desa sepanjang 135 meter, lebar 2,5 meter, dan tebal 10 cm, dengan capaian volume pekerjaan sebesar 33,40 m³.

Pelaksanaan monitoring dilakukan dengan melakukan pengukuran fisik bersama Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) untuk memastikan bahwa volume pekerjaan yang telah dilaksanakan sesuai dengan perencanaan dan spesifikasi teknis. Hasil monitoring menunjukkan bahwa pelaksanaan pekerjaan berjalan dengan baik dan capaian volume sesuai dengan hasil pengukuran di lapangan.



Kegiatan monitoring dihadiri oleh Ketua Bamuskal, LPMK, Dukuh Ngadipiro Lor, Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), Pendamping Desa, Pendamping Lokal Desa, serta warga masyarakat setempat yang turut berpartisipasi dalam pelaksanaan program.

Setelah kegiatan monitoring selesai, dilaksanakan pembayaran upah Hari Orang Kerja (HOK) secara tunai kepada para tukang dan pekerja yang terlibat dalam kegiatan. Pembayaran diberikan kepada 34 orang pekerja dengan total nilai HOK sebesar Rp24.000.000,00. Penyaluran upah secara langsung merupakan implementasi Program Padat Karya Tunai Dana Desa yang bertujuan meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pemberdayaan tenaga kerja lokal.

Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini diharapkan pelaksanaan Program Padat Karya Tunai Dana Desa di Kalurahan Rejosari dapat terus berjalan secara transparan, akuntabel, tepat sasaran, serta memberikan manfaat nyata bagi pembangunan desa dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

                                                        #Ast



 

Rembuk Stunting Kalurahan Sumberejo: Membangun Generasi Sehat Dimulai dari Remaja Putri

 

 

Upaya menurunkan angka stunting tidak dapat dilakukan secara instan. Pencegahan harus dimulai sejak dini, bahkan sebelum seorang anak dilahirkan. Atas dasar itulah Pemerintah Kalurahan Sumberejo, Kapanewon Semin, bersama berbagai pemangku kepentingan menyelenggarakan Rembuk Stunting sebagai forum untuk menyusun komitmen dan langkah bersama dalam percepatan penurunan stunting.

Kegiatan ini difasilitasi oleh Pendamping Desa dan dihadiri oleh Pemerintah Kalurahan, Bamuskal, Kader Pembangunan Manusia (KPM), TP PKK, Puskesmas, kader Posyandu, tokoh masyarakat, serta unsur kelembagaan lainnya. Melalui rembuk ini dilakukan evaluasi kondisi stunting di Kalurahan Sumberejo sekaligus menyusun prioritas program yang akan diintegrasikan dalam perencanaan pembangunan desa.

Berdasarkan hasil pendataan, terdapat 544 sasaran prioritas yang menjadi fokus intervensi percepatan penurunan stunting. Sasaran tersebut terdiri dari 460 remaja putri, 1 calon pengantin, 19 ibu hamil dan ibu menyusui, serta 193 anak usia 0–59 bulan. Data ini menjadi dasar dalam menentukan program yang tepat sasaran agar setiap kelompok memperoleh pelayanan sesuai kebutuhannya.

Perhatian terbesar diarahkan kepada remaja putri, karena mereka merupakan calon ibu yang akan menentukan kualitas generasi mendatang. Edukasi kesehatan reproduksi, pemenuhan gizi, serta konsumsi tablet tambah darah menjadi langkah penting dalam mencegah anemia dan mempersiapkan kehamilan yang sehat.

Sementara itu, calon pengantin didorong untuk melakukan pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari persiapan membangun keluarga yang sehat. Bagi ibu hamil dan ibu menyusui, prioritas diberikan pada pemeriksaan kehamilan secara rutin, pemenuhan gizi seimbang, pencegahan anemia, serta pemberian ASI eksklusif.

Tidak kalah penting, anak usia 0–59 bulan menjadi fokus utama melalui pelayanan Posyandu, pemantauan pertumbuhan dan perkembangan, imunisasi lengkap, pemberian makanan bergizi, serta edukasi kepada orang tua mengenai pola asuh yang baik. Seluruh intervensi tersebut diharapkan mampu mencegah terjadinya stunting sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan.

Rembuk Stunting juga menegaskan bahwa keberhasilan penurunan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan. Pemerintah Kalurahan, PKK, KPM, kader kesehatan, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, hingga setiap keluarga memiliki peran yang sama penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Ke depan, hasil Rembuk Stunting akan menjadi bagian dari dokumen perencanaan dan penganggaran Kalurahan Sumberejo sehingga berbagai program pencegahan stunting dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Selain itu, pemutakhiran data sasaran, peningkatan edukasi kepada masyarakat, serta penguatan koordinasi lintas sektor akan terus dilakukan agar intervensi yang diberikan semakin tepat sasaran.

Mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting adalah investasi terbesar bagi masa depan Kalurahan Sumberejo. Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, percepatan penurunan stunting bukan hanya menjadi target pembangunan, tetapi menjadi gerakan bersama demi masa depan anak-anak Sumberejo yang lebih berkualitas.

Rabu, 24 Juni 2026

Pelatihan Pengelolaan Keuangan Bum Desa ( TPP Kab Gunungkidul Kluster 3 )

 



Kalurahan  Sambirejo , 25 juni 2026 “Pelatihan Pengelolaan keuangan BUMKal “

Jenis Kegiatan : PENINGKATAN KAPASITAS BIMBINGAN TEKNIS (BIMTEK) PENDAMPING DESA DAN PENDAMPING LOKAL DESA TENTANG LAPORAN KEUANGAN BUMDES

Pelatihan Pengelolaan Keuangan Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) dilaksanakan di Aula Balai Kalurahan Sambirejo. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas TPP dalam pendampingan pengelola BUMKal dalam tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sehingga mampu mendukung pengembangan usaha dan peningkatan kesejahteraan masyarakat kalurahan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Murtodo selaku Koordinator TAPM Provinsi, serta Tim Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Gunungkidul. Dengan target peserta pelatihan  Pendamping Desa (PD) dan Pendamping Lokal Desa (PLD) dari Kapanewon Nglipar, Ngawen, dan Semin.

Dalam pelatihan ini, peserta mendapatkan materi mengenai pengelolaan administrasi keuangan, penyusunan laporan keuangan, pengelolaan aset usaha, serta penguatan tata kelola kelembagaan BUMKal. Melalui kegiatan ini diharapkan TPP dapat meningkatkan kompetensi dalam pendampingan  mengelola keuangan secara profesional, sehingga mampu mewujudkan BUMKal yang sehat, mandiri, dan berkelanjutan.

Pre-test di lakukan sebelum di mulai pelatihan  untuk mengukur tingkat pemahaman awal terkait pengelolaan dan penyusunan laporan keuangan BUMDes di lanjutkan dengan paparan  narasumber menyampaikan materi mengenai Konsep Dasar Akuntansi BUMDes serta Penyusunan Laporan Keuangan Unit Usaha Ketahanan Pangan.

Materi inti pelatihan disampaikan oleh Bapak Aris Nurkholis dari TAPM Gunungkidul. Dalam pemaparannya, peserta mendapatkan pemahaman mengenai penyusunan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) BUMKal, laporan Rugi Laba, Neraca, dan Laporan Arus Kas sebagai dasar dalam pengelolaan keuangan usaha yang transparan dan akuntabel.

Selain menjelaskan aspek teknis penyusunan laporan keuangan, narasumber juga menekankan pentingnya pencatatan transaksi yang tertib dan sistematis sebagai landasan pengambilan keputusan usaha. Pengelolaan keuangan yang baik diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat serta mendukung keberlanjutan usaha BUMKal.

Melalui kegiatan ini, para pengelola BUMKal diharapkan semakin memahami tata kelola keuangan yang baik, mampu menyusun laporan keuangan sesuai ketentuan yang berlaku, serta meningkatkan akuntabilitas dan kinerja usaha dalam mendukung pengembangan ekonomi kalurahan.

                                          #Ast

REMBUK STUNTING KALURAHAN PUNDUNGSARI

 


Pundungsari, 24 Juni 2026 – Pemerintah Kalurahan Pundungsari, Kapanewon Semin, Kabupaten Gunungkidul, menyelenggarakan kegiatan Rembuk Stunting Tahun 2026 pada Rabu (24/6/2026). Kegiatan ini merupakan forum musyawarah dalam rangka menyusun komitmen dan langkah strategis percepatan penurunan stunting melalui sinergi lintas sektor di tingkat kalurahan.

Acara dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat dan pemangku kepentingan, antara lain kader kesehatan, kader KPM (Kader Pembangunan Manusia), guru PAUD, Tim Penggerak PKK, pamong kalurahan, anggota Bamuskal, serta tokoh masyarakat. Kehadiran seluruh peserta menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung upaya pencegahan dan penanganan stunting di wilayah Kalurahan Pundungsari.

Kegiatan menghadirkan sejumlah narasumber yang memberikan materi dan arahan terkait percepatan penurunan stunting, yaitu Koordinator PLKB Kapanewon Semin, Petugas Gizi Puskesmas Semin I, Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kapanewon Semin, dan Panewu Semin.

Dalam pemaparannya, Petugas Gizi Puskesmas Semin I menyampaikan pentingnya pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga usia balita sebagai langkah utama dalam mencegah stunting. Selain itu, disampaikan pula kondisi dan data stunting terkini serta upaya-upaya yang perlu dilakukan secara berkelanjutan oleh seluruh elemen masyarakat.

Koordinator PLKB menekankan pentingnya peran keluarga dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas melalui pola asuh yang baik, perencanaan keluarga, serta peningkatan kesadaran akan kesehatan ibu dan anak. Sementara itu, TPP Kapanewon Semin menjelaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam perencanaan dan pelaksanaan program pembangunan yang mendukung percepatan penurunan stunting.

Panewu Semin dalam arahannya menyampaikan apresiasi atas komitmen Kalurahan Pundungsari dalam melaksanakan Rembuk Stunting sebagai bagian dari perencanaan pembangunan kalurahan. Beliau berharap seluruh hasil kesepakatan rembuk dapat ditindaklanjuti melalui program dan kegiatan yang terintegrasi, sehingga target penurunan angka stunting dapat tercapai secara optimal.

Melalui kegiatan Rembuk Stunting Tahun 2026 ini, diharapkan terbangun komitmen bersama antara pemerintah kalurahan, lembaga kemasyarakatan, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam mendukung upaya pencegahan serta percepatan penurunan stunting demi mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas di Kalurahan Pundungsari.

#Ast


Minggu, 21 Juni 2026

Rembuk Stunting Kalurahan Candirejo: Membangun Generasi Sehat Sejak Remaja hingga Balita

 

Stunting masih menjadi salah satu tantangan pembangunan sumber daya manusia yang perlu mendapat perhatian bersama. Oleh karena itu, Pemerintah Kalurahan Candirejo, Kapanewon Semin, bersama berbagai unsur masyarakat melaksanakan kegiatan Rembuk Stunting sebagai upaya memperkuat komitmen dan sinergi dalam percepatan penurunan stunting.

Kegiatan yang difasilitasi oleh Pendamping Desa ini dihadiri oleh Pemerintah Kalurahan, Bamuskal, Kader Pembangunan Manusia (KPM), TP PKK, kader kesehatan, tenaga kesehatan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Melalui forum ini dilakukan pembahasan kondisi stunting di kalurahan, identifikasi kelompok sasaran prioritas, serta penyusunan langkah-langkah strategis yang akan menjadi bagian dari perencanaan pembangunan desa.

Penanganan stunting tidak hanya berfokus pada balita yang mengalami gangguan pertumbuhan, tetapi dimulai jauh sebelum seorang anak lahir. Oleh karena itu, prioritas pencegahan stunting di Kalurahan Candirejo diarahkan pada kelompok sasaran yang meliputi remaja putri, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, serta bayi dan balita usia 0 sampai 59 bulan.

Remaja putri menjadi perhatian penting karena mereka merupakan calon ibu di masa depan. Pemenuhan gizi yang baik, konsumsi tablet tambah darah, serta edukasi kesehatan reproduksi menjadi langkah awal dalam mencegah lahirnya generasi yang berisiko stunting. Demikian pula bagi calon pengantin, pemeriksaan kesehatan dan kesiapan gizi menjadi bagian penting dalam mempersiapkan kehamilan yang sehat.

Pada kelompok ibu hamil, upaya yang dilakukan meliputi pemantauan kesehatan kehamilan, pencegahan anemia, pemenuhan gizi seimbang, serta pemeriksaan rutin di fasilitas kesehatan. Sementara itu, bagi bayi dan balita, fokus kegiatan diarahkan pada peningkatan layanan posyandu, pemberian ASI eksklusif, pemenuhan gizi seimbang, imunisasi lengkap, serta pemantauan tumbuh kembang secara berkala.

Rembuk Stunting juga menjadi momentum untuk menyatukan langkah seluruh pihak dalam mendukung program konvergensi stunting. Keberhasilan penurunan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah kalurahan, keluarga, kader kesehatan, lembaga kemasyarakatan, hingga dunia pendidikan.

Melalui komitmen bersama yang dibangun dalam Rembuk Stunting ini, Kalurahan Candirejo berharap dapat mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas. Pencegahan stunting bukan hanya tentang mengurangi angka statistik, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak dan masyarakat Kalurahan Candirejo.

Karena sejatinya, upaya pencegahan stunting hari ini adalah fondasi bagi lahirnya generasi unggul di masa depan.

Rabu, 17 Juni 2026

Pendampingan dan Koordinasi Update Profil Desa Sida Samekta untuk Perencanaan Desa dan Kajian Potensi Desa

 

Semin. 18 Juni 2026. Dalam rangka mendukung penyediaan data desa yang akurat, mutakhir, dan terintegrasi sebagai dasar perencanaan pembangunan, telah dilaksanakan kegiatan pendampingan dan koordinasi bersama Pemerintah Kalurahan terkait pelaksanaan pembaruan (update) Profil Desa pada aplikasi Sida Samekta. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan data dan informasi desa yang tersedia sesuai dengan kondisi terkini serta dapat dimanfaatkan sebagai dasar penyusunan kebijakan, perencanaan pembangunan, dan pengkajian potensi desa.

Pendampingan dilakukan melalui koordinasi dengan Pemerintah Kalurahan, operator desa, serta unsur terkait dalam proses pengumpulan, verifikasi, dan pemutakhiran data kependudukan, sosial, ekonomi, sarana prasarana, kelembagaan, lingkungan, dan potensi sumber daya desa. Selain itu, dilakukan identifikasi terhadap data yang belum lengkap maupun yang memerlukan pembaruan agar profil desa dapat menggambarkan kondisi riil di lapangan.

Data yang tersaji dalam Profil Desa Sida Samekta memiliki peran strategis sebagai dasar penyusunan dokumen perencanaan desa, seperti RPJMKal, RKP Kalurahan, serta berbagai program dan kegiatan pembangunan yang berbasis kebutuhan masyarakat. Selain itu, data profil desa juga menjadi instrumen penting dalam melakukan kajian potensi desa untuk mengidentifikasi peluang pengembangan ekonomi lokal, penguatan kelembagaan, peningkatan pelayanan dasar, dan pengelolaan sumber daya yang dimiliki desa.

Melalui kegiatan ini diharapkan Pemerintah Kalurahan semakin memahami pentingnya pengelolaan data desa yang berkualitas sehingga setiap kebijakan dan program pembangunan dapat disusun secara tepat sasaran, efektif, dan berkelanjutan.

Rencana Tindak Lanjut:

  1. Melanjutkan proses pemutakhiran data Profil Desa Sida Samekta secara berkala sesuai perkembangan kondisi desa.

  2. Melakukan verifikasi dan validasi data dengan melibatkan dukuh, kelembagaan desa, dan unsur masyarakat terkait.

  3. Mengintegrasikan data Profil Desa sebagai dasar penyusunan dokumen perencanaan dan penganggaran desa.

  4. Melakukan pemetaan potensi desa berdasarkan hasil pembaruan data untuk mendukung pengembangan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat.

  5. Meningkatkan kapasitas operator dan perangkat desa dalam pengelolaan data berbasis digital.

Rekomendasi:

  1. Pemerintah Kalurahan agar menetapkan mekanisme pembaruan data secara rutin dan berkelanjutan guna menjaga kualitas data desa.

  2. Hasil Profil Desa Sida Samekta agar dimanfaatkan secara optimal dalam penyusunan RPJMKal, RKP Kalurahan, serta perencanaan program sektoral lainnya.

  3. Perlu adanya sinergi antar lembaga desa dalam penyediaan dan validasi data sehingga tercipta satu data desa yang akurat dan terpercaya.

  4. Potensi desa yang telah teridentifikasi agar ditindaklanjuti melalui program pengembangan ekonomi lokal, penguatan BUMKal, dan kegiatan pemberdayaan masyarakat.

  5. Pemerintah Kalurahan perlu meningkatkan pemanfaatan teknologi informasi dalam pengelolaan data dan penyajian informasi pembangunan desa.

Dengan tersedianya data Profil Desa Sida Samekta yang akurat dan mutakhir, diharapkan proses perencanaan pembangunan desa dapat dilaksanakan secara lebih terarah, tepat sasaran, dan mampu mengoptimalkan potensi desa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Selasa, 16 Juni 2026

Pendampingan Penyusunan Neraca dan Laporan Rugi Laba BUMDes Kalurahan Semin

Semin, 17 juli 2026, Dalam rangka menindaklanjuti permintaan data dan dokumen dari BPKP Daerah Istimewa Yogyakarta terkait pelaksanaan pemeriksaan keuangan BUMDes Kalurahan Semin untuk periode tahun 2019 sampai dengan tahun 2025, telah dilaksanakan kegiatan pendampingan kepada pengurus BUMDes dan Pemerintah Kalurahan Semin dalam penyusunan laporan keuangan berupa Neraca dan Laporan Rugi Laba.

Kegiatan pendampingan difokuskan pada identifikasi, pengumpulan, dan verifikasi dokumen pendukung keuangan yang meliputi data aset, kewajiban, modal, pendapatan, biaya operasional, serta transaksi usaha yang telah dilaksanakan selama periode pemeriksaan. Pendampingan juga dilakukan untuk memastikan penyusunan laporan keuangan mengacu pada prinsip akuntansi yang berlaku dan dapat menggambarkan kondisi keuangan BUMDes secara wajar, transparan, dan akuntabel.

Dalam proses penyusunan laporan ditemukan beberapa tantangan, antara lain keterbatasan dokumen pendukung pada tahun-tahun sebelumnya, belum tertatanya arsip transaksi secara sistematis, serta adanya perbedaan pencatatan antara laporan administrasi unit usaha dengan laporan keuangan BUMDes secara keseluruhan. Oleh karena itu diperlukan koordinasi yang intensif antara pengurus BUMDes, Pemerintah Kalurahan, dan pihak terkait untuk melengkapi data yang masih kurang serta melakukan rekonsiliasi terhadap transaksi yang telah terjadi.

Pendampingan ini bertujuan untuk membantu BUMDes Kalurahan Semin dalam memenuhi kebutuhan dokumen pemeriksaan BPKP sekaligus mendorong peningkatan tata kelola kelembagaan dan pengelolaan keuangan yang lebih baik di masa mendatang.

Rencana Tindak Lanjut:

1.   Melakukan penyempurnaan Neraca dan Laporan Rugi Laba berdasarkan hasil verifikasi dokumen pendukung.

2.   Melengkapi arsip transaksi dan bukti-bukti administrasi yang masih belum tersedia.

3.   Melaksanakan rekonsiliasi data keuangan antara pengurus BUMDes dan Pemerintah Kalurahan.

4.   Menyiapkan seluruh dokumen pendukung yang dibutuhkan untuk proses pemeriksaan BPKP.

5.   Meningkatkan kapasitas pengurus BUMDes dalam pengelolaan administrasi dan akuntansi keuangan.

Rekomendasi:

1.   BUMDes perlu menerapkan sistem pencatatan keuangan yang tertib, rutin, dan terdokumentasi dengan baik untuk setiap unit usaha.

2.   Pemerintah Kalurahan dan pengawas BUMDes agar melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap laporan keuangan BUMDes.

3.   Perlu dilakukan digitalisasi arsip keuangan untuk memudahkan penyimpanan dan penelusuran dokumen pada saat audit atau pemeriksaan.

4.   Pengurus BUMDes agar menyusun laporan keuangan secara periodik minimal setiap semester dan tahunan sebagai bentuk akuntabilitas kelembagaan.

5.   Hasil pemeriksaan dan evaluasi keuangan hendaknya dijadikan bahan perbaikan tata kelola serta penguatan keberlanjutan usaha BUMDes di masa mendatang.

Melalui kegiatan pendampingan ini diharapkan penyusunan laporan keuangan BUMDes Kalurahan Semin dapat terselesaikan dengan baik, memenuhi kebutuhan pemeriksaan BPKP, serta menjadi momentum untuk memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme pengelolaan usaha desa.

 

Monitoring kegiatan Padat Karya Tunai Desa Kalurahan Rejosari

Rejosari,  Jumat 26 Juni 2026 – Pemerintah Kalurahan Rejosari dengan TPK,TPP dan LPMK  melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev...