Kepyakan Gotong Royong di Padukuhan Bedil Kulon " Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan Jalan Lingkungan"


*Padukuhan Bedil Kulon, Kalurahan Rejosari – Kamis, 24 September 2026.* Semangat gotong royong masyarakat terlihat dalam kegiatan Kepyakan Gotong Royong yang dilaksanakan di Padukuhan Bedil Kulon, Kalurahan Rejosari, Kapanewon Semin. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program gotong royong Pemerintah Kabupaten Gunungkidul yang bertujuan mendorong keterlibatan masyarakat secara langsung dalam pembangunan lingkungan.

Kegiatan diawali dengan kehadiran dan partisipasi masyarakat yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan bersama Bupati Gunungkidul. Dalam kesempatan tersebut, Pendamping Lokal Desa (PLD) turut membersamai Panewu Semin dan Kepala Jawatan Kemakmuran Kapanewon Semin untuk melakukan pendampingan serta hadir secara langsung dalam kegiatan peletakan batu pertama pembangunan jalan lingkungan di Padukuhan Bedil Kulon.

Berdasarkan rencana kegiatan, pembangunan berupa *jalan lingkungan permukiman dengan konstruksi cor blok sepanjang 158 meter, lebar 3 meter dan ketebalan 0,10 meter, dengan total volume pekerjaan kurang lebih **43 m³*. Pelaksanaan pekerjaan dilakukan secara swakelola melalui keterlibatan masyarakat setempat dengan mengedepankan semangat gotong royong tanpa pemberian HOK, sehingga masyarakat menjadi pelaku utama dalam proses pembangunan di lingkungannya.

Keterlibatan masyarakat dalam kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mendorong pembangunan yang partisipatif. Pendampingan diarahkan untuk memperkuat kesadaran masyarakat bahwa pembangunan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif, kepedulian, dan kebersamaan masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Gunungkidul menyampaikan bahwa program gotong royong tersebut direncanakan menyasar seluruh padukuhan yang ada di Kabupaten Gunungkidul, dengan jumlah *1.431 padukuhan*. Program ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat sekaligus memperkuat kembali budaya gotong royong sebagai modal sosial dalam pembangunan daerah.

Kegiatan Kepyakan Gotong Royong di Padukuhan Bedil Kulon menunjukkan bahwa pembangunan berbasis masyarakat dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kepedulian, kebersamaan, dan rasa memiliki terhadap hasil pembangunan. Melalui keterlibatan masyarakat sejak proses pelaksanaan, diharapkan pembangunan jalan lingkungan dapat memberikan manfaat dalam mendukung mobilitas warga serta meningkatkan akses dan kenyamanan lingkungan permukiman.

Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa bersama Pemerintah Kapanewon terus mendorong agar setiap proses pembangunan di tingkat kalurahan dan padukuhan dilaksanakan secara partisipatif, transparan, tertib, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sesuai dengan ketentuan dan prinsip pembangunan desa.


 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendamping Desa di Persimpangan Jalan: Idealisme Berdesa atau Corong Kebijakan

Bimtek Pengisian Data di Aplikasi E-Musrenbang Kapanewon Semin

Sosialisasi Skema Usaha Koperasi Desa Merah Putih