Edukasi Gizi Keluarga Balita sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Kalurahan Karangsari
Kalurahan Karangsari, Selasa, 15 September 2026* — Pemerintah Kalurahan Karangsari melaksanakan kegiatan *Edukasi Gizi Keluarga Balita dalam rangka pencegahan stunting dan mewujudkan keluarga sehat. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk implementasi pemanfaatan **Dana Keistimewaan yang bersumber dari Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta* untuk mendukung upaya peningkatan kualitas kesehatan dan pencegahan stunting di tingkat kalurahan.
Kegiatan menghadirkan *petugas gizi dari Puskesmas Semin 2* sebagai narasumber yang memberikan materi mengenai pemenuhan kebutuhan gizi balita, pola asuh dan praktik pemberian makanan yang sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang anak. Edukasi diberikan kepada keluarga yang memiliki balita agar pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga.
Dalam kegiatan tersebut, *Pendamping Lokal Desa (PLD)* melaksanakan pendampingan pada aspek teknis pelaksanaan kegiatan, khususnya dalam mendorong keterwakilan peserta dan memastikan kegiatan berjalan secara partisipatif serta memberikan manfaat bagi sasaran. Peserta tidak hanya melibatkan orang tua yang memiliki balita, tetapi juga kader kesehatan dari masing-masing padukuhan sebagai unsur masyarakat yang memiliki peran strategis dalam pendampingan kesehatan keluarga melalui kegiatan Posyandu.
Kader kesehatan dari *13 padukuhan/Posyandu di Kalurahan Karangsari* mendapatkan penguatan pengetahuan mengenai edukasi gizi yang selanjutnya diharapkan dapat diteruskan kepada masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan Posyandu di masing-masing padukuhan. Dengan demikian, materi yang disampaikan tidak berhenti pada kegiatan edukasi, tetapi dapat menjadi pengetahuan yang diterapkan secara berkelanjutan melalui pendampingan kader kepada keluarga balita.
Kegiatan diikuti oleh *50 peserta, terdiri dari **43 perempuan dan 7 laki-laki*, yang merupakan perwakilan kader kesehatan serta orang tua yang memiliki balita dari seluruh padukuhan di Kalurahan Karangsari. Keterlibatan orang tua secara langsung diharapkan dapat meningkatkan kesadaran keluarga terhadap pentingnya pemenuhan gizi, pola asuh, pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita, serta penerapan perilaku hidup sehat.
Dari perspektif pendampingan desa, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendorong agar pemanfaatan anggaran kalurahan, termasuk Dana Keistimewaan sesuai peruntukannya, memberikan *manfaat nyata bagi masyarakat dan berorientasi pada pencapaian output kegiatan*. Pendampingan diarahkan agar pelaksanaan kegiatan melibatkan kelompok sasaran secara tepat, dilaksanakan secara partisipatif, serta menghasilkan pengetahuan yang dapat diterapkan dan diteruskan oleh kader kepada masyarakat.
*Output kegiatan* berupa terlaksananya edukasi gizi bagi keluarga balita dan meningkatnya pengetahuan peserta mengenai pemenuhan gizi serta pola asuh yang mendukung tumbuh kembang anak. Selain itu, kader kesehatan memperoleh tambahan kapasitas yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan edukasi dan pendampingan dalam kegiatan Posyandu di masing-masing padukuhan.
Melalui kegiatan ini diharapkan terbangun kesadaran bersama antara Pemerintah Kalurahan, kader kesehatan dan keluarga balita untuk melakukan pencegahan stunting sejak dini. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat upaya promotif dan preventif di tingkat masyarakat sehingga dapat *meminimalisasi angka stunting di Kalurahan Karangsari serta mendukung terwujudnya keluarga yang sehat dan berkualitas*.


Komentar
Posting Komentar