Upaya menurunkan angka stunting tidak dapat dilakukan secara instan. Pencegahan harus dimulai sejak dini, bahkan sebelum seorang anak dilahirkan. Atas dasar itulah Pemerintah Kalurahan Sumberejo, Kapanewon Semin, bersama berbagai pemangku kepentingan menyelenggarakan Rembuk Stunting sebagai forum untuk menyusun komitmen dan langkah bersama dalam percepatan penurunan stunting.
Kegiatan ini difasilitasi oleh Pendamping Desa dan dihadiri oleh Pemerintah Kalurahan, Bamuskal, Kader Pembangunan Manusia (KPM), TP PKK, Puskesmas, kader Posyandu, tokoh masyarakat, serta unsur kelembagaan lainnya. Melalui rembuk ini dilakukan evaluasi kondisi stunting di Kalurahan Sumberejo sekaligus menyusun prioritas program yang akan diintegrasikan dalam perencanaan pembangunan desa.
Berdasarkan hasil pendataan, terdapat 544 sasaran prioritas yang menjadi fokus intervensi percepatan penurunan stunting. Sasaran tersebut terdiri dari 460 remaja putri, 1 calon pengantin, 19 ibu hamil dan ibu menyusui, serta 193 anak usia 0–59 bulan. Data ini menjadi dasar dalam menentukan program yang tepat sasaran agar setiap kelompok memperoleh pelayanan sesuai kebutuhannya.
Perhatian terbesar diarahkan kepada remaja putri, karena mereka merupakan calon ibu yang akan menentukan kualitas generasi mendatang. Edukasi kesehatan reproduksi, pemenuhan gizi, serta konsumsi tablet tambah darah menjadi langkah penting dalam mencegah anemia dan mempersiapkan kehamilan yang sehat.
Sementara itu, calon pengantin didorong untuk melakukan pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari persiapan membangun keluarga yang sehat. Bagi ibu hamil dan ibu menyusui, prioritas diberikan pada pemeriksaan kehamilan secara rutin, pemenuhan gizi seimbang, pencegahan anemia, serta pemberian ASI eksklusif.
Tidak kalah penting, anak usia 0–59 bulan menjadi fokus utama melalui pelayanan Posyandu, pemantauan pertumbuhan dan perkembangan, imunisasi lengkap, pemberian makanan bergizi, serta edukasi kepada orang tua mengenai pola asuh yang baik. Seluruh intervensi tersebut diharapkan mampu mencegah terjadinya stunting sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan.
Rembuk Stunting juga menegaskan bahwa keberhasilan penurunan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan. Pemerintah Kalurahan, PKK, KPM, kader kesehatan, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, hingga setiap keluarga memiliki peran yang sama penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Ke depan, hasil Rembuk Stunting akan menjadi bagian dari dokumen perencanaan dan penganggaran Kalurahan Sumberejo sehingga berbagai program pencegahan stunting dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Selain itu, pemutakhiran data sasaran, peningkatan edukasi kepada masyarakat, serta penguatan koordinasi lintas sektor akan terus dilakukan agar intervensi yang diberikan semakin tepat sasaran.
Mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting adalah investasi terbesar bagi masa depan Kalurahan Sumberejo. Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, percepatan penurunan stunting bukan hanya menjadi target pembangunan, tetapi menjadi gerakan bersama demi masa depan anak-anak Sumberejo yang lebih berkualitas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar