ANALISA HASIL MONITORING DAN EVALUASI (MONEV)
BUMKal “MAJU DADI” Kalurahan Bendung Kapanewon Semin
Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan program ketahanan pangan pada BUMKal “MAJU DADI”, terdapat beberapa kendala dan permasalahan yang perlu mendapatkan perhatian guna mendukung keberlanjutan program, peningkatan tata kelola usaha, dan optimalisasi manfaat ekonomi bagi masyarakat. Adapun analisa hasil monev adalah sebagai berikut:
1. Rincian Belanja Ketahanan Pangan Belum Ada
Belum tersusunnya rincian belanja program ketahanan pangan secara lengkap menunjukkan lemahnya administrasi dan pengelolaan keuangan usaha. Kondisi ini menyebabkan penggunaan anggaran sulit ditelusuri secara detail dan berpotensi menimbulkan ketidaksesuaian dalam pertanggungjawaban kegiatan.
2. Kesalahan Perhitungan dari Mitra Merapi Farm
Terjadinya kesalahan perhitungan dari pihak mitra menunjukkan belum optimalnya sistem pengawasan, verifikasi data, dan koordinasi kerja sama usaha. Hal ini dapat berdampak pada kerugian usaha, ketidaktepatan pembagian hasil, maupun menurunnya tingkat kepercayaan antar pihak yang bekerja sama.
3. SDM Kurang Memadai
Kapasitas sumber daya manusia dalam pengelolaan usaha masih terbatas, baik pada aspek administrasi, manajemen usaha, maupun teknis budidaya. Keterbatasan SDM menyebabkan pengelolaan usaha belum berjalan secara maksimal dan kurang adaptif terhadap perkembangan usaha.
4. Minimnya Manajemen Risiko
Usaha ketahanan pangan yang dijalankan belum memiliki sistem manajemen risiko yang memadai, baik terkait risiko usaha, risiko kesehatan ternak, fluktuasi harga pasar, maupun potensi kerugian akibat faktor eksternal. Hal ini menyebabkan usaha rentan mengalami gangguan keberlanjutan.
5. Manajemen Usaha Bibit dan Anggur Kurang Maksimal
Pengelolaan usaha bibit dan anggur masih belum terstruktur dengan baik, mulai dari perencanaan usaha, pemeliharaan, pencatatan perkembangan tanaman, hingga strategi pemasaran hasil usaha. Akibatnya, potensi ekonomi usaha belum dapat berkembang secara optimal.
6. Penyakit Domba Belum Teridentifikasi
Ditemukannya penyakit pada ternak domba yang belum teridentifikasi menunjukkan lemahnya pengawasan kesehatan ternak dan minimnya pendampingan teknis peternakan. Kondisi ini dapat menyebabkan risiko kematian ternak, penurunan produktivitas, dan kerugian usaha.
7. Identifikasi Usaha BUMKal Kurang Maksimal
Pemetaan potensi dan identifikasi usaha BUMKal belum dilakukan secara menyeluruh dan berbasis analisa kebutuhan pasar maupun potensi lokal. Hal ini menyebabkan arah pengembangan usaha belum fokus dan kurang memiliki strategi pengembangan jangka panjang.
8. Dokumen Status Tanah Belum Lengkap
Belum lengkapnya dokumen terkait status tanah usaha menjadi catatan penting dalam aspek legalitas dan kepastian aset usaha. Kondisi ini dapat menimbulkan hambatan administrasi dan risiko hukum di kemudian hari.
REKOMENDASI
Berdasarkan hasil analisa tersebut, diperlukan beberapa langkah perbaikan dan penguatan sebagai berikut:
1. Penyusunan Rincian Belanja yang Lengkap
- Menyusun administrasi belanja program ketahanan pangan secara rinci dan tertib.
- Membuat format laporan penggunaan anggaran yang mudah dipahami dan terdokumentasi dengan baik.
- Melakukan pencatatan seluruh transaksi secara berkala.
2. Penguatan Pengawasan Kerja Sama Mitra
- Melakukan evaluasi dan verifikasi ulang terhadap sistem perhitungan bersama mitra Merapi Farm.
- Membuat mekanisme kontrol dan pemeriksaan data secara bersama.
- Menyusun perjanjian kerja sama yang lebih rinci dan transparan.
3. Peningkatan Kapasitas SDM
- Mengadakan pelatihan administrasi, pengelolaan usaha, dan manajemen keuangan bagi pengurus BUMKal.
- Melibatkan pendamping atau tenaga teknis sesuai bidang usaha yang dijalankan.
- Membagi tugas pengelolaan sesuai kemampuan dan kompetensi pengurus.
4. Penyusunan Sistem Manajemen Risiko
- Menyusun langkah mitigasi risiko usaha dan kesehatan ternak.
- Menyiapkan dana cadangan untuk kondisi darurat usaha.
- Melakukan monitoring rutin terhadap perkembangan usaha dan kondisi pasar.
5. Penguatan Manajemen Usaha Bibit dan Anggur
- Menyusun perencanaan usaha dan target produksi secara jelas.
- Melakukan pendampingan teknis budidaya tanaman.
- Mengembangkan strategi pemasaran dan jejaring pasar hasil usaha.
6. Penanganan Kesehatan Ternak Domba
- Segera melakukan pemeriksaan kesehatan ternak melalui petugas kesehatan hewan atau dokter hewan.
- Melakukan identifikasi penyakit dan penanganan sesuai prosedur kesehatan ternak.
- Meningkatkan sanitasi kandang dan pola pemeliharaan ternak.
7. Optimalisasi Identifikasi dan Pemetaan Usaha
- Melakukan kajian potensi usaha berbasis sumber daya lokal dan kebutuhan pasar.
- Menentukan prioritas usaha yang memiliki prospek keberlanjutan dan nilai ekonomi.
- Menyusun rencana pengembangan usaha jangka pendek dan jangka panjang.
8. Melengkapi Dokumen Legalitas Tanah
- Segera melengkapi dokumen status tanah yang digunakan untuk kegiatan usaha.
- Mengarsipkan seluruh dokumen legalitas sebagai bagian dari administrasi kelembagaan BUMKal.
KESIMPULAN
Secara umum, program ketahanan pangan pada BUMKal “MAJU DADI” memiliki potensi untuk terus dikembangkan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Namun demikian, masih terdapat beberapa kelemahan dalam aspek administrasi, manajemen usaha, pengelolaan SDM, pengendalian risiko, serta legalitas usaha yang perlu segera diperbaiki.
Dengan adanya penguatan tata kelola kelembagaan, peningkatan kapasitas pengurus, penyempurnaan administrasi, dan pendampingan teknis secara berkelanjutan, diharapkan usaha yang dijalankan BUMKal dapat berkembang lebih optimal, profesional, dan berkelanjutan sehingga mampu mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kalurahan Bendung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar