1/11/2025. Wahai pendamping desa, apakah memilih idealisme berdesa, atau jadi corong kebijakan demi zona nyaman? Pertanyaan ini belakangan banyak bergema di ruang-ruang diskusi dan media sosial para pendamping desa. Ia bukan sekadar sindiran, melainkan refleksi tajam atas dilema yang sedang dihadapi oleh ribuan tenaga pendamping desa di seluruh Indonesia. Tugas Mulia yang Mulai Terpinggirkan Pendamping desa sejatinya lahir dari semangat pemberdayaan. Mereka bukan sekadar pelaksana program pemerintah, melainkan katalis yang menjembatani aspirasi rakyat desa dengan arah kebijakan pembangunan nasional. Namun, di tengah derasnya arus kebijakan top-down, posisi pendamping desa kini mulai tergeser. Idealisme pemberdayaan yang dulu kuat perlahan memudar di bawah tekanan administrasi, instruksi, dan ketakutan kehilangan pekerjaan. Seorang pendamping bahkan menyebut, Kami lebih sering diminta menjalankan perintah ketimbang mendengarkan kebutuhan masyarakat. Padahal, semangat pendampingan ...
Komentar
Posting Komentar